SIGAP DBD: Inovasi Pembuatan Alat Fogging Sebagai Upaya Pengendalian Nyamuk Aedes aegypti di Lingkungan Desa
Desa Mayang – Dalam rangka meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD), Pemerintah Desa Mayang bersama bapak-bapak RT/RW melakukan inovasi melalui kegiatan pembuatan alat fogging yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pengendalian populasi nyamuk Aedes aegypti di lingkungan desa.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian dan kesiapsiagaan Pemerintah Desa Mayang bersama masyarakat dalam menghadapi potensi penyebaran DBD. Pembuatan alat fogging oleh Kelompok 245 Mayang Universitas Sebelas Maret Surakarta melalui proses koordinasi dan kerja sama dengan para Ketua RT/RW, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian desa dalam melakukan langkah pengendalian nyamuk di lingkungan masyarakat.
Inovasi tersebut juga menjadi sarana untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat mengenai cara kerja serta pemanfaatan alat fogging. Dengan adanya keterlibatan langsung dari unsur RT/RW, diharapkan kegiatan ini dapat memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Alat fogging nantinya dapat digunakan sebagai salah satu upaya pengendalian nyamuk dewasa di wilayah yang membutuhkan penanganan. Namun demikian, fogging bukan satu-satunya langkah dalam mencegah DBD. Masyarakat tetap diimbau untuk mengutamakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Melalui program SIGAP DBD, Pemerintah Desa Mayang berharap inovasi pembuatan alat fogging ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan terhadap DBD. Sinergi antara pemerintah desa, RT/RW, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan terbebas dari tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
Dengan semangat gotong royong dan inovasi desa, Desa Mayang terus berupaya menghadirkan langkah nyata dalam menjaga kesehatan masyarakat serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit DBD.
SUMBER : TIM KKN UNS 245